Andi Ariandi Pratama-231011700600-06SIFP002-UAS-Keamanan Sistem Informasi

Nama: Andi Ariandi Pratama

NIM: 231011700600

Kelas: 06SIFP002

Mata Kuliah: Keamanan Sistem Informasi 

 

1. Proses awal dimulai dengan mengeklik kanan file kompresi jasa.zip untuk diekstrak menggunakan aplikasi 7-Zip.


2. Karena file tersebut diamankan, sistem menampilkan jendela pop-up yang meminta masukkan kata sandi agar proses ekstrak bisa berjalan.

 

3. Kata sandi dimasukkan dengan benar untuk membuka kunci folder source code aplikasi.

 

4. Folder hasil ekstrak berhasil terbuka dan menampilkan seluruh file web (seperti folder css, database, file index.php, dan koneksi.php).

 

5. Masuk ke aplikasi Oracle VirtualBox, pilih VM Server2003 yang mati, klik kanan lalu masuk ke menu Settings.


6. Di dalam jendela setelan, klik kategori Storage untuk melihat daftar media penyimpanan yang terpasang pada Controller: IDE.

 

 

7. Mengeklik ikon tambah hard disk pada Controller: IDE untuk mulai menambahkan ruang penyimpanan virtual yang baru.


8. Jendela Medium Selector terbuka, lalu klik tombol Create untuk membuat file disk virtual baru.


9. Memilih format VDI (VirtualBox Disk Image) dan mengatur lokasi file serta ukurannya (diatur sebesar 20 GB).

 

10. Menamai file disk virtual baru tersebut dengan nama Server2003_3 di dalam direktori penyimpanan VM.

 

 

11. Menentukan ukuran alokasi akhir disk sebesar 15.31 GB lalu mengeklik tombol Finish.


12. File Server2003_3.vdi sekarang sudah terdaftar di list, lalu klik tombol Choose untuk menerapkannya.

 

13. Memastikan hard disk virtual baru tersebut sudah nangkring di bawah Controller: IDE, lalu klik OK.

 

14. Menyalakan mesin virtual Windows Server 2003 dengan mengeklik tombol Start (menunggu proses Powering VM up).

 

15. Setelah masuk desktop Windows Server 2003, klik kanan pada ikon My Computer lalu pilih Manage.

 

16. Di dalam jendela jendela Computer Management, masuk ke menu Disk Management di bawah folder Storage.

 

17. Sistem otomatis mendeteksi adanya disk baru yang masih kosong dan memunculkan Initialize and Convert Disk Wizard. Klik Next.

 

18. Centang pada opsi Disk 2 (disk baru kita) agar bisa diinisialisasi oleh sistem operasi.

 

19. Melewati pilihan konversi ke dynamic disk (dibiarkan kosong sebagai basic disk) lalu klik Next.


20. Muncul ringkasan inisialisasi awal disk MBR baru, kemudian klik tombol Finish.


21. Klik kanan pada area bergaris hitam (Unallocated space) di Disk 2, lalu pilih opsi New Partition....

 

22. Jendela New Partition Wizard terbuka untuk memandu pembuatan ruang penyimpanan baru, klik Next.

 

23. Memilih opsi Primary partition sebagai tipe partisinya, lalu klik Next.

 

24. Memasukkan kapasitas ukuran partisi yang ingin dipakai (diatur maksimal sebesar 15672 MB).

 

25. Memilih sistem file NTFS, memberikan label nama New Volume, lalu klik Next untuk memformat disk.

 

26. Proses pembuatan partisi baru selesai ditandai dengan munculnya ringkasan format, lalu klik Finish.

 

27. Membuka drive baru yang berhasil dibuat (Drive H:) melalui My Computer, klik kanan lalu pilih New -> Folder.

 

28. Mengubah nama folder baru tersebut menjadi folder dengan nama Ariandi.

 

29. Membuka browser, masuk ke phpMyAdmin lokal, lalu bersiap membuat basis data baru di menu Basis data.


30. Mengetik nama database baru dengan nama Ariandi lalu mengeklik tombol Buat.

 

31. Database Ariandi sukses dibuat namun statusnya masih kosong (belum memiliki tabel di dalamnya).

 

32. Masuk ke tab Impor (Import) yang terletak di bagian atas phpMyAdmin untuk memasukkan data dari luar.

 

33. Mengeklik tombol Choose File lalu memilih file database bawaan aplikasi yang bernama jasa.sql.

 

34. Memastikan file jasa.sql sudah terpilih dan siap diunggah ke database.

 

35. Mengeklik tombol Kirim di bawah halaman untuk mengeksekusi instruksi SQL.

 

36. Muncul notifikasi sukses (Import sukses, 20 kueri dieksekusi) yang menandakan tabel data berhasil masuk.

 

37. Membuka tabel bernama user untuk mengintip data login default (terlihat username default masih bernama udin).

 

38. Mengeklik opsi Ubah (Edit) pada baris data user Udin untuk memperbarui datanya dan mengubah username menjadi Admin, nama menjadi ANDI ARIANDI PRATAMA, dan password diubah menjadi 12345678 dengan fungsi enkripsi MD5, lalu klik Kirim.

 

39. Membuka folder aplikasi web di File Explorer lokal komputer kita (C:\AppServ\www\jasa\jasa\).

 

40. Membuka file bernama koneksi.php menggunakan teks editor VS Code untuk mengonfigurasi database.

 

41. Mengubah baris kode database menjadi $database = "Ariandi"; serta menyesuaikan password agar web terhubung ke database baru kita.


42. Membuka file index.php di VS Code untuk mencari bagian form login bawaan.

 

 

43. Mengedit teks baris kode judul login agar menampilkan namamu (Nama Anda diubah menjadi Andi Ariandi Pratama).


44. Menyimpan perubahan kode file index.php yang sudah selesai diedit tersebut di VS Code.

 

45. Menguji web di browser lewat URL localhost/jasa/. Tampil halaman indeks direktori server lokal.

 

46. Mengeklik folder tersebut hingga halaman login utama web berhasil termuat dan sudah menampilkan namamu.

 

47. Mencoba login dengan akun baru. Hasilnya sukses dan kita langsung diarahkan masuk ke dashboard utama Aplikasi Jasa Cuci.

 

48. Membuka jendela perintah Run di Windows dengan menekan Win + R lalu mengetikkan perintah cmd.

 

49. Di jendela Command Prompt (CMD), masuk ke folder tempat file aplikasi web berada menggunakan perintah: cd C:\AppServ\www\jasa.


50. Mengeksekusi perintah proteksi keamanan attrib +r *.* /s untuk mengunci seluruh file di dalam folder tersebut agar menjadi Read-only (hanya bisa dibaca, tidak bisa dimodifikasi dari luar secara sembarangan).

 

 

Comments